A. Soal Cerita Teknik Bubut Kelas XII
BACA DAN JAWABLAH PERTANYAAN DIBAWAH INI
1. Bubut Tirus
Andi
mendapat pekerjaan membuat poros yang salah satu ujungnya berdiameter lebih
kecil dari ujung lainnya. Bentuk tersebut harus dibuat secara bertahap hingga
membentuk permukaan miring.
Pertanyaan: Pekerjaan bubut apakah yang harus dilakukan Andi?
2. Metode Membuat Tirus
Budi akan
membuat tirus pendek dengan sudut tertentu pada sebuah poros. Ia ingin mengatur
posisi pemegang pahat agar menghasilkan kemiringan yang tepat.
Pertanyaan: Metode apa yang dapat digunakan?
3. Tirus dengan Eretan Atas
Sebuah
benda kerja memiliki tirus pendek dan membutuhkan sudut yang cukup presisi.
Operator memilih menggunakan eretan atas.
Pertanyaan: Mengapa metode ini cocok?
4. Tirus Panjang
Rudi
membuat poros dengan bagian tirus yang cukup panjang. Ia membutuhkan gerakan
pahat yang mengikuti kemiringan sepanjang benda kerja.
Pertanyaan: Metode apa yang sesuai?
5. Memeriksa Tirus
Setelah
proses pembubutan tirus selesai, operator ingin memastikan ukuran ujung besar
dan ujung kecil sesuai gambar kerja.
Pertanyaan: Apa yang harus dilakukan?
6. Membuat Radius
Sebuah
komponen membutuhkan ujung berbentuk lengkung agar tidak memiliki sudut tajam.
Operator harus membentuk permukaan melengkung pada benda kerja.
Pertanyaan: Pekerjaan apakah itu?
7. Fungsi Radius
Sebuah
poros memiliki sudut tajam yang dapat menjadi titik konsentrasi tegangan.
Teknisi diminta memperhalus sudut tersebut.
Pertanyaan: Apa manfaat radius?
8. Radius dengan Pahat Bentuk
Operator
menggunakan pahat yang ujungnya telah dibentuk menyerupai radius tertentu.
Pertanyaan: Apa nama pahat tersebut?
9. Radius Cekung
Sebuah
benda kerja membutuhkan lekukan berbentuk setengah lingkaran pada permukaannya.
Pertanyaan: Radius apakah yang dibuat?
10. Radius Cembung
Pada
ujung poros diperlukan permukaan melengkung yang menonjol keluar.
Pertanyaan: Bentuk radius apakah yang digunakan?
11. Membuat Alur
Sebuah
poros membutuhkan celah sempit untuk tempat memasang snap ring. Operator
membuat potongan sempit pada diameter poros.
Pertanyaan: Pekerjaan apakah yang dilakukan?
12. Pahat Alur
Operator
ingin membuat alur selebar 4 mm pada sebuah poros.
Pertanyaan: Pahat apa yang digunakan?
13. Alur Terlalu Sempit
Saat
membuat alur, operator menemukan lebar alur belum mencapai ukuran gambar kerja.
Pertanyaan: Apa tindakan yang tepat?
14. Fungsi Alur
Sebuah
poros akan dipasang cincin pengunci. Diperlukan tempat khusus agar cincin dapat
masuk.
Pertanyaan: Apa fungsi alur tersebut?
15. Keselamatan Membuat Alur
Saat
membuat alur, pahat mengalami beban cukup besar karena bidang potongnya sempit.
Pertanyaan: Apa yang harus diperhatikan operator?
B. Ulir Luar dan Ulir Dalam
16. Membuat Ulir Luar
Sebuah
baut harus dibuat dengan ulir metrik pada bagian luarnya. Operator memasang
pahat ulir pada mesin bubut.
Pertanyaan: Pekerjaan apakah yang dilakukan?
17. Pahat Ulir
Operator
akan membuat ulir metrik 60° pada sebuah poros.
Pertanyaan: Bagaimana bentuk sudut pahat ulir metrik?
18. Pitch Ulir
Pada
gambar kerja tertulis M20 × 2,5. Operator harus menentukan jarak antar ulir
sebelum melakukan penyayatan.
Pertanyaan: Berapa pitch ulir tersebut?
19. Putaran Mesin Saat Mengulir
Operator
akan melakukan proses penguliran menggunakan pahat ulir. Ia menyadari putaran
mesin harus lebih rendah daripada pembubutan biasa.
Pertanyaan: Mengapa?
20. Kesalahan Pitch
Sebuah
ulir yang dibuat tidak dapat dipasangkan dengan mur pasangannya karena jarak
ulir berbeda.
Pertanyaan: Apa kemungkinan penyebabnya?
21. Membuat Ulir Dalam
Sebuah
lubang pada benda kerja akan dibuat ulir untuk tempat baut.
Pertanyaan: Pekerjaan apakah yang dilakukan?
22. Alat Membuat Ulir Dalam
Operator
membuat lubang berulir menggunakan mesin bubut.
Pertanyaan: Alat apakah yang umum digunakan untuk membuat ulir dalam
secara manual?
23. Lubang Awal Ulir Dalam
Sebelum
membuat ulir dalam menggunakan tap, operator harus membuat lubang dengan
diameter yang sesuai.
Pertanyaan: Mengapa?
24. Ulir Dalam pada Lubang Buntu
Operator
membuat ulir dalam pada lubang yang tidak tembus. Ia harus berhati-hati agar
alat tidak menyentuh dasar lubang.
Pertanyaan: Apa yang harus diperhatikan?
25. Pemeriksaan Ulir
Setelah
membuat ulir luar, operator ingin memastikan ulir dapat digunakan dengan mur
pasangannya.
Pertanyaan: Apa cara pemeriksaan sederhana?
C. Kartel
26. Membuat Kartel
Sebuah
knop mesin harus dibuat agar permukaannya kasar dan mudah digenggam. Operator
memilih proses kartel.
Pertanyaan: Mengapa kartel digunakan?
27. Alat Kartel
Operator
akan membuat pola silang pada permukaan luar benda kerja.
Pertanyaan: Alat apa yang digunakan?
28. Kartel Silang
Sebuah
gagang alat membutuhkan pola silang agar tidak mudah licin ketika digunakan.
Pertanyaan: Jenis kartel apa yang sesuai?
29. Tekanan Kartel
Saat
proses kartel berlangsung, operator memberikan tekanan yang cukup pada roda
kartel terhadap benda kerja.
Pertanyaan: Mengapa tekanan diperlukan?
30. Kartel Tidak Rapi
Hasil
kartel terlihat tidak beraturan dan pola tidak bertemu dengan baik.
Pertanyaan: Apa yang perlu diperiksa?
D. Chamfer dan Bubut Rata
31. Membuat Chamfer
Setelah
membubut poros, terdapat sudut tajam pada ujung benda kerja. Operator memotong
sudut tersebut secara miring.
Pertanyaan: Pekerjaan apakah itu?
32. Fungsi Chamfer
Sebuah
poros memiliki ujung tajam yang dapat melukai operator saat pemasangan.
Pertanyaan: Mengapa chamfer dibuat?
33. Chamfer 45°
Gambar
kerja menunjukkan ujung poros harus dibuat chamfer 2 × 45°.
Pertanyaan: Apa arti 45° tersebut?
34. Bubut Rata
Sebuah
batang material memiliki permukaan diameter yang lebih besar dari ukuran gambar
kerja. Operator melakukan penyayatan sepanjang benda kerja.
Pertanyaan: Proses apakah itu?
35. Bubut Muka
Sebuah
benda kerja memiliki permukaan ujung yang kasar dan tidak rata. Operator
menyayat permukaan ujung menggunakan pahat.
Pertanyaan: Proses apakah yang dilakukan?
E. Bor dan Pekerjaan Lubang
36. Membuat Lubang Tengah
Sebuah
benda kerja membutuhkan lubang yang tepat di tengah sebelum dilakukan
pengeboran lebih besar.
Pertanyaan: Alat apa yang dapat digunakan untuk membuat titik awal?
37. Mengebor Benda Kerja
Operator
akan membuat lubang berdiameter 10 mm pada sebuah benda kerja menggunakan mesin
bubut.
Pertanyaan: Alat apa yang digunakan?
38. Bor Bertahap
Operator
akan membuat lubang besar tetapi langsung menggunakan mata bor berdiameter
besar terasa berat.
Pertanyaan: Apa solusi yang tepat?
39. Pendingin Saat Mengebor
Saat
pengeboran berlangsung, mata bor menjadi panas. Operator memberikan cairan
pendingin.
Pertanyaan: Apa tujuan penggunaan cairan pendingin?
40. Lubang Tidak Center
Setelah
pengeboran selesai, lubang ternyata tidak berada tepat di tengah benda kerja.
Pertanyaan: Apa yang mungkin menyebabkan kondisi tersebut?
F. Soal Cerita HOTS / Deep Learning
41. Menentukan Urutan Kerja
Sebuah
poros harus dibuat dengan diameter luar, alur, ulir luar, dan chamfer. Operator
ingin hasil akhir tetap presisi.
Pertanyaan: Mengapa pekerjaan diameter sebaiknya dilakukan sebelum alur
dan ulir?
42. Ukuran Terlalu Besar
Setelah
proses bubut selesai, diameter poros masih lebih besar 0,3 mm dari ukuran
gambar.
Pertanyaan: Apa tindakan yang tepat?
43. Pahat Bergetar
Saat
membubut diameter panjang, pahat dan benda kerja mengalami getaran.
Pertanyaan: Apa salah satu penyebabnya?
44. Hasil Permukaan Kasar
Operator
mendapatkan permukaan benda kerja yang kasar meskipun ukuran sudah benar.
Pertanyaan: Apa yang dapat diperiksa?
45. Pahat Cepat Aus
Pahat
menjadi tumpul setelah digunakan dalam waktu singkat.
Pertanyaan: Sebutkan salah satu penyebabnya.
46. Benda Kerja Tidak Center
Saat
mesin berputar, benda kerja terlihat berputar tidak seimbang.
Pertanyaan: Apa yang harus dilakukan?
47. Keselamatan Chuck
Sebelum
menghidupkan mesin bubut, operator melihat kunci chuck masih terpasang.
Pertanyaan: Apa yang harus dilakukan?
48. Pemeriksaan Ukuran
Operator
selesai membuat poros dan ingin memastikan diameter sesuai gambar kerja sebelum
melanjutkan ke proses ulir.
Pertanyaan: Alat ukur apa yang dapat digunakan?
49. Finishing
Sebuah
benda kerja sudah mendekati ukuran akhir dan membutuhkan permukaan yang lebih
halus.
Pertanyaan: Proses apakah yang sesuai?
50. Analisis Urutan Pengerjaan
Sebuah
poros memiliki diameter bertingkat, alur, tirus, ulir luar, radius, dan
chamfer. Operator harus menentukan urutan pengerjaan agar tidak merusak bagian
yang sudah selesai.
Pertanyaan: Apa prinsip utama menentukan urutan pengerjaan?
